Bujang Kampung di Mengkapan, Pelayanan Publik Dalam Genggaman

KLIKCERDAS.COM, SUNGAI APIT - Masyarakat memberikan apresiasi kegiatan Bupati Kerja dan Ngantor di Kampung (Bujang Kampung) yang dilakukan pemerintah Kabupaten Siak. Kehadiran program ini membuat masyarakat semakin percaya bahwa segala urusan publik sudah dalam genggam, ada di depan mata.
Bagaimana tidak, selain berkantor dan bekerja seharian di desa yang menjadi tuan rumah Bujang Kampung itu, Bupati Siak membawa sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terutama bidang pelayanan.
OPD seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, BKD, dan lainnya.
Bujang Kampung ke-18 ini yang menjadi tuan rumah adalah Kampung Mengkapan, kegiatan tersebut dipusatkan di kantor Kampung.
Bupati Siak Alfedri memimpin rombongan, setelah melakukan apel bersama dengan OPD, dan perangkat kampung, semua layanan dari OPD dibuka, seperti pelayanan dari Disdukcapil Siak.
Disdukcapil Siak melayani penerbitan KK, perekaman dan percetakan e-KTP, surat pindah, penerbitan Kartu Identitas Anak, penerbitan Akta Kelahiran dan penerbitan Akta Kematian.
"Kami merasa senang Pak Bupati mau berkantor di desa kami. Apalagi Pak Bupati juga membawa gerbongnya untuk menunjang segala urusan di sini," kata salah seorang warga setempat, Wardayu.
Dayu, demikian nama panggilannya mengaku keberadaan bupati bersama stafnya membuat segala urusan warga menjadi mudah. Contohnya dirinya bersama beberapa anggota keluarganya yang ingin mengurus administrasi kependudukan tidak perlu repot-repot harus ke ibukota Kabupaten Siak
"Saya ada kepentingan memecah Kartu Keluarga. Lewat program Bujang Kampung ini, semuanya menjadi gampang. Begitu juga anak saya yang mau mengurus KTP elektronik," ungkap pria berusia 59 tahun ini.
Hal yang sama juga diakui Rosidah. Pemilik usaha warung makan ini menyambut positif keberadaan Program Bujang Kampung.
Sebagai pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), Rosidah tengah mempersiapkan pengurusan perizinan usaha. "Lagi ngurus izin usaha. Alhamdulillah di Program Bujang Kampung ini membuka layanan untuk pengurusan perizinan usaha," kata wanita paruh baya yang mengaku izin usaha akan digunakan untuk salah satu persyaratan pengajuan pinjaman tambahan usaha ke bank.
Sementara itu, Penghulu Mengkapan Muhir mengatakan, penduduk Mengkapan yang saat ini berjumlah 3.200 jiwa atau 820 KK tidak banyak lagi yang tidak memiliki administrasi data diri.
"Hanya beberapa saja lagi warga kami yang belum memiliki data diri, itu pun banyak warga pendatang dan bakal berdomisili disini. Tetapi dengan kegiatan Bujang Kampung ini cukup membantu masyarakat kami yang ingin mengurus administrasi kependudukan," kata Muhir.
Di sisi lain, Kepala Disdukcapil Siak Hasmizal mengatakan, saat kegiatan Bujang Kampung di Mengkapan, pihaknya melayani perekaman e-KTP sebanyak 24, untuk cetak e-KTP bagi pemula sebanyak 24 keping, cetak e-KTP karena rusak sebanyak 33 keping, cetak e-KTP karena perubahan 27 keping, cetak e-KTP karena hilang 5 keping, dan cetak e-KTP karena pindah datang 1 keping.
"Untuk pengecekan data dan pengecekan biometrik sebanyak 98," kata Hasmizal.
Sementara untuk pendaftaran penduduk kata Hasmizal, pendaftaran Kartu Keluarga (KK sebanyak 78, entry KK 76, cetak KK susah diserahkan ke masyarakat sebanyak 76 lembar, dan penerbitan biodata sebanyak 2.
"Ada 2 KK yang dalam proses dinas, ini karena perlu pengkajian lebih dalam. Sebab, kami perlu koordinasi dulu," terang Hasmizal.
Untuk surat pindah kata Hasmizal, pihaknya menerima 13 berkas untuk pindah datang, dan 5 berkas untuk pindah pergi serta pindah desa dan kecamatan ada 14 berkas.
"Untuk catatan sipil, akta kelahiran yang kita terbitkan sebanyak 24, dan akta kematian sebanyak 1," terangnya.
Untuk Kartu Identitas Anak (KIA), dicetak di dinas adana diserahkan ke masyarakat sebanyak 60 keping, cetak di desa dan diserahkan ke masyarakat sebanyak 77 keping dan dalam proses dinas 45 berkas. (Infotorial)