Budaya Melayu Riau Diharapkan Bisa Jadi Identitas 

Budaya Melayu Riau Diharapkan Bisa Jadi Identitas 
Anggota Pansus Budaya Melayu Riau DPRD Riau, Sumardani

KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Anggota Pansus Budaya Melayu Riau DPRD Riau, Sumardani mengatakan pembahasan budaya Melayu Riau hingga kini masih dalam tahap penyerapan aspirasi masyarakat. Pasalnya, pembahasan budaya Melayu Riau tersebut luas.

" Jadi kebudayaan Melayu-Riau ini kan luas. Ada Melayu Kampar, Melayu Indragiri, Melayu Rokan, Melayu Begkalis, dan Melayu Siak," ucapnya, Senin (1/9/2025).

Sumardani berharap Raperda budaya Melayu Riau nantinya diharapkan bisa menjadi penghasil devisa bagi masyarakat. Artinya, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap tempat. Contohnya makanan khas Melayu Riau.

Lebih jauh kata anggota DPRD Riau dari fraksi Demokrat itu, jika turun dari satu bandara, ada kesan mereka mudah didapatkan. Artinya, kalau budaya itu identitas jati diri jangan sampai hilang ke depan. 

"Kalau jati diri hilang kan susah juga lah. Jadi melalui Pansus budaya itu kita berharap bagaimana budaya ini bisa menjadi identitas yang bisa menghasilkan satu keuntungan. Dimana keuntungan itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya. Contohnya, banyak kuliner-kuliner yang bernuansa budaya Melayu Riau sehingga UMKM makin banyak sehingga membuat kuliner-kuliner tersebut," tambah dua.

Seperti disampaikan Gubernur Riau, Abdul Wahid pada HUT Riau beberapa waktu lalu. Dimana satu diantaranya soal budaya Melayu Riau. Jika masalah budaya ini konsisten, pihaknya meyakini akan membuka lapangan kerja baru. Contohnya di bandara, begitu kita turun, ada kesenian budaya yang digilir," ujar dia.

Lebih jauh kata Sumardani, Riau pernah punya visi Provinsi Riau menjadi pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara tahun 2020. Sekarang tahun 2025, kalau kita memang konsisten, kenapa itu tak terjadi. Ia pun menduga, mungkin duit anggarannya tak ada disiapkan pemerintah. 

Sumardani pun berharap, pemerintah provinsi Riau kedepan bisa menyiapkan anggaran sehingga bisa sehingga identitas budaya Melayu Riau ini betul-betul menjadi jati diri masyarakat Riau. Negara-negara tetangga kita menjual budaya ini menjadi devisar bagi negaranya. 

Provinsi-provinsi tetangga bahkan di Pulau Jawa sana juga menjual budaya untuk menghasilkan PAD bagi daerahnya. Ia berharap dengan hadirnya Pemodal Kebudayaan Melayu Riau ini nanti bersama-sama pemerintah bisa, pungkasnya. (fin)