Mahasiswa KKN-MAs Kelompok 100 UMRI Dorong Masyarakat Desa Rawang Kao Barat Galakkan TOGA
KLIKCERDAS.COM, LUBUK DALAM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN-MAs) Kelompok 100 Universitas Muhammadiyah (UMRI) mendorong masyarakat Desa Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, menggalakkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Mahasiswa pun membantu salah seorang warga membuat TOGA, Kamis (4/9/2025)
Rifqy Ariq Mukhti dan Essyva Zulfa’aul Mila yang mewakili mahasiswa menjelaskan, Tanaman Obat Keluarga sebagai salah satu upaya mendukung kesehatan mandiri berbasis potensi alam. "Program ini bertujuan mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif dengan menanam tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga," kata Rifqy.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya TOGA. Dimana mahasiswa menjelaskan berbagai jenis tanaman herbal yang mudah ditanam dan memiliki khasiat, seperti jahe, kunyit, sereh, lidah buaya, daun sirih, dan kencur.
Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai manfaat, cara budidaya, serta cara pengolahan sederhana tanaman obat agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Setelah sosialisasi, mahasiswa bersama warga secara gotong royong menyiapkan lahan pekarangan serta media tanam berupa polybag, pot, dan bedengan sederhana. Bibit tanaman obat kemudian ditanam dan dirawat bersama-sama.
Proses ini tidak hanya menjadi sarana praktik langsung bagi masyarakat, tetapi juga membangun semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap kesehatan alami.
Pembuatan TOGA diharapkan menjadi langkah preventif dan promotif dalam bidang kesehatan. Dengan adanya TOGA, masyarakat dapat lebih mudah memperoleh bahan herbal yang bisa digunakan sebagai obat tradisional sederhana, sekaligus mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia untuk keluhan ringan.
Selain itu, TOGA juga berperan sebagai upaya pelestarian tanaman obat tradisional yang selama ini menjadi warisan budaya bangsa.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga desa, terutama ibu-ibu PKK yang sangat antusias dalam menanam dan merawat tanaman obat. Mereka berharap TOGA dapat terus dikembangkan, bahkan bisa menjadi taman percontohan herbal desa yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola lebih lanjut.
Dengan terlaksananya program pembuatan TOGA, mahasiswa KKN-Mas berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemanfaatan alam sekitar. TOGA menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki potensi besar dalam mengembangkan kesehatan mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Seperti diketahui, sebanyak 12 mahasiswa UMRI melaksanakan KKN-Mas Kelompok 100 di Desa Rawang Kao Barat sejak 31 Juli 2025 lalu. Bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan adalah Agustiawan SE MSc Ak.
Kelompok ini terdiri dari Maharani Shatya Nadana, Rifqy Ariq Mukhti, Derry Artha Kharisma , Aulia Okta Anada, Lailatuzzuhro, Arie Anjasmara, Salsabillah Sarah Nur, Noval Yodyandika, Susanti Azharah, Sarfan, Essyva Zulfa’aul Mila dan Misni. (ila)



Sri Lestari



