Belajar Matematika, Belajar Ilmu Kehidupan

Belajar Matematika, Belajar Ilmu Kehidupan
Ilustrasi

KLIKCERDAS.COM - SETIAP individu, di antara kita, pasti pernah belajar Matematika. Baik belajar Matematika secara formal di sekolah, perguruan tinggi atau secara informal yang langsung diperoleh dari kehidupan riil di masyarakat sehari-hari.

Perihal belajar Matematika –sampai saat ini– kita masih memiliki pandangan yang beragam.

Secara umum, paling tidak ada tiga kelompok persepsi, yakni pihak yang merasakan nyaman belajar dan sangat merindukan Matematika.

Lalu ada yang menganggap biasa-biasa saja dan kelompok yang antipati terhadap Matematika. Kelompok antipati menganggap Matematika sulit sekaligus menakutkan.

Apapun persepsi yang berkembang di masyarakat tersebut, kita semua tentu sepakat bahwa belajar Matematika itu –tetap- penting.

Dulu, peserta didik di sekolah setiap kali menjelang kelulusan sekolah pasti harus melewati Ujian Nasional (UN), termasuk di dalamnya ada ujian bidang studi Matematika.

Saat ini, sejak era merdeka belajar, penilaian menggunakan istilah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Tidak hanya itu, fakta yang tidak mungkin dipungkiri terkait pentingnya belajar Matematika adalah, adanya perkembangan sains dan produk teknologi yang –hari ini- telah nyata mengiringi aktivitas kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

Teknologi sudah semakin canggih, yang tentu dapat membantu mempermudah urusan kehidupan manusia.

Hikmah positifnya, para pelaku pendidikan, mulai dari pimpinan, pendidikan, peserta didik, bahkan orangtua, menyadari betul bahwa pendidikan harus dipikul bersama-sama dari semua pihak.

Pendidikan, tidak mungkin hanya “diserahkan” ke guru saja. Orangtua tidak boleh lepas tangan. Pandemi covid-19 telah menyadarkan itu semua.

Matematika dan Teknologi

Antara Matematika dan Teknologi memiliki hubungan yang sangat akrab. Bahkan tidak bisa dipisahkan.

Tetapi, kecanggihan produk teknologi yang nyata di depan kita saat ini, sudah semestinya tidak boleh melupakan akan pentingnya belajar Matematika.

Belajar Matematika sebagai proses yang memberikan landasan berpikir dan menyelesaikan masalah harus tetap mendapatkan perhatian bagi para generasi bangsa.

Pentingnya belajar Matematika juga disampaikan Ny Lily Chodijah Wahid bahwa generasi bangsa ini perlu penguatan di bidang matematika.

Sebab, anak-anak kini sudah makin mengandalkan teknologi. Karena itu, penggunaan berpikir dan logika matematika sudah banyak berkurang. (Kompas, 10/05/2022).

Pesan ini disampaikan kepada Bu Khofifah, Gubernur Jawa Timur dalam komunikasinya melalui Whatsapp, pada 19 April 2022.

Pesan yang sangat mendasar dan pentingnya kita jadikan renungan untuk penguatan sumber daya bangsa Indonesia. Luar biasa.

Problem Solving

Ketika kita belajar Matematika, maka kita dihadapkan pada prosedur dalam penyelesaian masalah Matematika

Biasanya, ketika belajar di SD, SMP, SMA, guru Matematika memberikan soal, lalu siswa diminta untuk menemukan jawabannya.

Soal-soal Matematika yang tidak rutin disebut dengan Masalah Matematika. Bagaimana menyelesaikan Masalah Matematika tersebut?

Dalam kesempatan ini, penulis mengutip pendapatnya George Polya (1973) dalam bukunya “How to Solve it: A New Aspect of. Mathematical Method.”

Sebenarnya pendapat Polya ini adalah pemecahan masalah dalam masalah matematika. Namun, tidak hanya sebatas itu.

Penulis menyimpulkan teori pemecahan masalah Polya ini dapat juga digunakan sebagai teori pemecahan masalah di bidang lainnya.

Polya (1973) mengajukan teori bahwa pemecahan dalam matematika meliputi empat tahapan kegiatan: memahami masalah, merencanakan pemecahannya; menyelesaikan masalah sesuai rencana; dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh.

Untuk tahap pertama adalah memahami masalah. Dengan melakukan pemahaman yang utuh dan lengkap terhadap masalah, maka kita akan mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan benar.

Setelah kita dapat memahami masalahnya dengan benar, selanjutnya mereka harus mampu menyusun rencana penyelesaian masalah.

Kemampuan untuk melakukan tahap kedua ini sangat tergantung pada pengalaman seseorang dalam menyelesaikan masalah.

Semakin memiliki pengalaman yang beragam, maka ada kecenderungan kita dapat lebih kreatif menyusun rencana dalam menyelesaikan suatu masalah.

Berikutnya, melakukan penyelesaian masalah sesuai dengan rencana yang dianggap paling tepat.

Langkah terakhir, melakukan pengecekan atas apa yang telah dilakukan mulai dari tahap pertama sampai tahap ketiga.

Dengan cara seperti ini, maka berbagai kesalahan yang tidak perlu dapat terkoreksi kembali sehingga kita dapat sampai pada jawaban yang benar sesuai dengan masalah yang diberikan.

Tahapan yang paling rawan dan kadang-kadang sangat sulit, yaitu dua tahap di tengah (tahap kedua dan ketiga).

Terutama tahap kedua, karena menentukan kreativitas daya temu dan wawasan. Dalam realita, proses penyelesaian/pemecahan masalah mungkin melibatkan perputaran (circularity) atau putaran (loop).

Apa yang dapat diambil pelajaran dari pendapat Polya tersebut? Setiap diri kita, sebagai manusia tentu tidak luput dari masalah dalam kehidupan.

Baik masalah kecil, sedang maupun besar. Baik masalah pribadi atau kelompok.

Satu hal, masalah yang ada tersebut bukan untuk dijauhi dan dihindari, melainkan harus dihadapi untuik dicari solusi atau jalan keluarnya.

Kita harus yakin, setiap masalah tersebut, semuanya pasti ada penyelesaiannya. Allah SWT sudah menjelaskan dalam firman-Nya di Qur'an Surat Al-Insyirah ayat 5-6: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Hal yang perlu digarisbawahi: ketika kita belajar Matematika dengan benar dan utuh, maka kita dapat belajar dan memiliki pengalaman yang lengkap dalam menyelesaikan masalah matematika.

Mulai dari tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan melaksanakannya, serta melakukan evaluasi atas solusi yang dihasilkan.

Pengalaman ini tentu dapat diterapkan sebagai “modal” untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Alhasil, belajar Matematika itu penting.

Dengan belajar Matematika, maka kita memiliki bekal ilmu dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan. (Kc)

Sumber : Kompas.com