Komisi IV Gelar RDP dengan Dishub Riau Terkait Penyeberangan Roro Rupat-Dumai
KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Pembatasan operasi truk selama masa lebaran idul fitri, berimbas pada penumpukan 50 truk bermuatan sawit milik masyarakat pulau Rupat kabupaten Bengkalis, tidak bisa keluar. Pasca idul fitri, angkutan penyeberangan Roro dari Rupat ke Dumai diyakini sudah bisa beroperasi sebelum 10 April ini.
Hal ini ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Riau Ma,mun Solihin didampingi anggota Khairul Umam usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Riau, Kamis (02/04/2026).
"Kemarin menurut pak Khairul Umam paling banyak masukan-masukan terkait penyeberangan dari Dumai ke Rupat. Dan memang sampai hari ini masih tertahan 50 truk muatan sawit, tapi sudah disampaikan tadi. InsyaAllah besok sudah clear, sudah bisa, karena ada angkutan ekstra, jadi sampai jam 00.00 WIB," ucapnya.
Solihin mengungkapkan, sebelumnya ada 1 unit kapal tidak bisa beroperasi karena harus menjalani doking selama 15 hari di bulan Desember kemarin. Informasinya biaya donking ini mencapai Rp1,4 miliar. Persoalannya adalah problem keuangan juga, sehingga belum bisa diambil.
Namun berdasarkan informasi yang ia peroleh biaya donking ini sudah dibayarkan, tinggal pengiriman sehingga bisa dijalankan sebelum tanggal 10 April ini, ucap ketua fraksi PDIP DPRD Riau tersebut.
Solihin menerangkan, 50 truk bermuatan sawit itu memang sawit masyarakat yang mau diseberangkan keluar. Karena Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Rupat sebelumnya sudah tidak tidak beroperasi lagi.
"Itulah fungsi Roro itu pengangkutan truk-truk sawit sehingga sampai kemarin sampai 70 lebih. Tapi sekarang sudah ekstra karena memang waktu hidup fitri itu ada SKB 3 Menteri yang mengutamakan logistik. Sehingga sawit itu tidak bisa disamakan dengan logistik karena memang muatannya tidak bisa terakomodir. Jadi problemnya, alhamdulillah sudah terurai," ucapnya.
Saat ditanya apakah dengan terpakirnya truk tersebut berhari-hari sampai sawit masyarakat sempat membusuk, Solihin mengaku pihaknya tidak sampai detail kesana. Yang jelas sebelum tanggal 10 April ini kapal sudah bisa beroperasi lagi, ditambah ekstra pengangkutan, tukasnya.
Sementara anggota Komisi IV DPRD Riau Khairul Umam mengatakan, akibat terparkirnya truk sawit tersebut, masyarakat tidak bisa jual, karena ram-ram tidak bisa mengambil lagi karena tidak bisa menjual keluar.
"Jadi mereka menahan buah. Jadi ram itu akan diambil kalau sudah baru lagi. Jadi harga pun jauh turun. Di harga petani, dengar-dengar informasi cuma Rp1.700, kan kasihan kita. Padahal sekarang di atas 3.000 kan kalau sawit ini harganya gitu," ujarnya.
Politisi fraksi PKS DPRD Riau itu pun membenarkan jika sebelum tanggal 10 April ini akan bisa selesai. Terlebih di masa libur, orang panen sawit kalau sudah lebaran mereka masuk serentak sehingga penumpukan masih terjadi sampai sekarang, tapi sudah mulai terurai.Janjinya besok pasca lebaran," pungkasnya.
Adapun anggota Komisi IV DPRD Riau yang hadir saat RDP diantaranya, Ma,mun Solihin, Jon Ade Nopendra, Suyadi, Muhtarom, Khairul Umam, Samsuri Daris, Farida Saad, Dodi Saputra, Manahara Napitupulu dan Darmalis. (fin)



Sri Lestari



