Faperta UNRI Soroti Masalah Kebersihan Lingkungan di Palas Pekanbaru
KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Meski fokus ke pengembangan pertanian, namun masalah lingkungan juga tak luput dari perhatian mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) UNRI yang kini tengah Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Salah satunya soal kesadaran masyarakat terkait sampah.
"Sebenarnya soal lingkungan di Jalan Damai ini ada berbagai situasi yang beda. Mulai dari sampah dari masyarakat sendiri, kurang kesadarannya untuk membuang sampah dengan baik," ucap ketua tim Kukerta UNRI, Vava Armansyah didampingi 9 mahasiswa/i lainnya saat disambangi, Rabu (6/8/2025).
Meski begitu, Vava menilai di Jalan Damai Palas, khususnya RW 08 salah satu yang terbaik dalam pengolahan sampah dibanding RW lain di kelurahan Palas. Hal ini dapat dilihat memang jauh lebih bersih dari wilayah lainnnya.
"Ini bisa terjadi karena ketua RT dan RW bersikap tegas terhadap masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan," ujarnya.
Mahasiswa yang hampir dua bulan Kukerta di Kelurahan Palas ini juga menyoroti soal pembangunan jalan lingkar tol Pekanbaru yang kini tengah dikerjakan. Ia pun menyoroti kendaraan operasional berplat E tersebut karena sudah di luar kapasitas jalan.
"Kalau kami lihat kendaraan operasionalnya itu jalan disini bukan aspal yang bisa menahan beban seberat itu. Akibatnya, sudah banyak cekungan bahkan aspal keluar dari ruas jalan," ucap Vava.
Tak sampai disitu, pihaknya juga prihatin atas ceceran tanah timbun yang mengakibatkan debu yang berdampak terhadap warga dan pelintas jalan.
"Memang orang tol ada menyiram jalannya. Cuman sehari hanya dua kali dilakukan, tepatnya kami kurang tahu seperti apa perjanjiannya dengan warga sini. Sering kami berpapasan dengan kendaaran operasionalnya itu kami pasti kena debu," ucap Vava.
Terlebih tambah Vava, pas pulang anak-anak SMPN 44 pulang sekolah. Ia mengaku cukup prihatin dengan anak-anak sekolah yang pulang jalan kali harus menghirup debu dari kendaraan operasional vendor PT HKI tersebut.
Menyikapi hal itu ia mengimbau perangkat Kelurahan Palas harus menekankan kepada PT HKI selaku pelaksana pembangunan jalan tol, agar kendaraan operasional dan jadwal angkutan disesuaikan dengan kondisi di wilayah itu.
"Apakah sudah sesuai kapasitas kendaraan dengan jalan yang ada. Debu dari hasil pekerjaan mereka ini apakah tidak menggangu masyarakat. Kalau ceceran tanah timbun ini jatuh ke aspal seharusnya cepat dibersihkan. Karena kalau disiram pun bahaya terutama pengguna sepeda motor karena licin," tukasnya.
Ia menegaskan selaku pengembang jalan tol, PT HKI harus bertanggungjawab terhadap warga sekitar dampak dari pembangunan jalan tol tersebut. Dikatakan, PT HKI sebagai peraih ISO seharusnya tidak hanya fokus ke pembangunan tol melainkan juga harus bertanggungjawab ke masyarakat, ujar Vava.
Hal senada juga disampaikan mahasiswa Faperta UNRI lainnya, Faiz Ihsananda Ronald. Ia mengatakan, sepengetahuannya kontraktor besar seperti HKI biasanya ada kompenenisasi kepada warga sekitar dan analisis masalah dampak lingkungan.
"Yang menjadi pertanyaan, apakah pihak tol sendiri sudah mempertimbangkan kerugian masyarakat seperti debu yang bertebaran yang mengganggu anak sekolah," pungkas Faiz.
Sekedar diketahui, 10 mahasiswa/i Faperta UNRI melaksanakan Kukerta di Kelurahan Palas sejak 23 Juni hingga 12 Desember mendatang. Kukerta ini ditujukan untuk mendata pengembangan potensi pertanian di kelurahan Palas.
Sepuluh mahasiswa/i Faperta UNRI tersebut adalah, Vava Armansyah, Faiz Ihsananda Ronald, M. Alvin Syahri M, Suci Hayati Panjaitan, Ananda Khoirun Nisak, Dhinda Yaselina, Fiona Aprilyeni Fitri, Layya Rulaa Ulaa, Selwa Nur Hazimah, dan Wan Syahnaz Mukhnisa Mahanum. (fin)



Sri Lestari



