ADVERTORIAL KAMPAR
Ketegasan Ahmad Yuzar Wujudkan Keadilan Kesehatan di Kampar, Satu Desa Satu Ambulans Kini Berbasis Medan
KLIKCERDAS.COM, KAMPAR – Di balik rimbunnya hutan dan perbukitan Kecamatan Kampar Kiri Hulu, akses kesehatan seringkali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Namun, pemandangan pada akhir Desember 2025 lalu memberikan secercah harapan baru.
Di bawah komando Ahmad Yuzar, kebijakan tidak hanya soal 'ada', tapi soal 'tepat guna'. Beliau memahami bahwa ambulans standar tidak akan bertahan lama di medan Kampar Kiri Hulu.
Raungan mesin tangguh dari armada ambulans double gardan (4x4) memecah keheningan jalanan berlumpur, menandai babak baru layanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Kampar. Keputusannya menghadirkan armada Double Gardan adalah jawaban taktis dan cerdas atas kebuntuan akses kesehatan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kampar secara resmi menyerahkan empat unit ambulans spesifikasi khusus untuk empat desa dengan medan paling ekstrem: Desa Kebun Tinggi, Lubuk Bigau, Pangkalan Kapas, dan Tanjung Permai.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar secara simbolis menyerahkan kunci mobil ambulans double garda ke kepala desa penerima. (Foto: Kehumasan seta Kampar)
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar bersama rombongan secara langsung mengantarkan empat unit mobil ambulans tersebut hingga ke Desa Tebing Tinggi, sebagai bentuk komitmen dan perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Mobil ambulans yang diserahkan ini dirancang khusus untuk menjangkau medan ekstrem, menyesuaikan kondisi geografis keempat desa tersebut. Ambulans menggunakan kendaraan dengan sistem double gardan yang mampu melintasi jalan berlumpur, berbatu, dan kondisi medan sulit lainnya, sehingga pelayanan kesehatan tetap dapat diberikan secara cepat dan optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Ir Azwam MSi serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar Drs Agustar MSi.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa pengadaan ambulans dengan spesifikasi khusus ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah dengan tantangan geografis.
“Ambulans ini memang disiapkan khusus untuk desa-desa dengan kondisi medan yang cukup ekstrem. Dengan sistem double gardan, diharapkan pelayanan kesehatan dan penanganan kedaruratan dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” tegas Bupati.
Dengan adanya bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap akses pelayanan kesehatan di Kecamatan Kampar Kiri Hulu semakin merata serta mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, meskipun berada di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
Langkah progresif Pemerintah Kabupaten Kampar ini mendapat apresiasi positif dari jajaran legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Hendri Domo, menyatakan bahwa program "Satu Desa Satu Ambulans" merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang yang wajib didukung secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengadaan unit khusus 4x4 untuk wilayah sulit seperti Kampar Kiri Hulu adalah bentuk keadilan sosial dalam pelayanan publik.
"Kami di DPRD sangat mendukung langkah pemerintah yang jeli melihat spesifikasi kebutuhan di lapangan. Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, tanpa memandang di mana mereka tinggal. Program satu desa satu ambulans ini bukan sekadar pemenuhan fasilitas, tapi bukti kehadiran negara dalam menjamin keselamatan rakyatnya hingga ke pelosok terdalam," tegas Hendri Domo, Rabu (8/4/2026) .
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan ambulans ini dilakukan dengan manajemen yang baik oleh pihak desa agar manfaatnya dapat dirasakan terus-menerus oleh masyarakat yang membutuhkan.
Satu Desa, Satu Ambulans
Program ambulans desa bukanlah langkah singkat, melainkan kelanjutan dari visi besar yang telah mendarah daging di Kabupaten berjuluk "Bumi Sarimadu". Pemkab Kampar sudah mempunyai Program "Satu Desa, Satu Ambulans".
Bahkan dari program tersebut, sejarah mencatat, Kabupaten Kampar telah diakui di tingkat nasional bahkan dunia melalui Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) pada tahun 2022 lalu.

Deretan ambulans desa di Kampar mengantarkan sejarah pecahkan rekor MURI. (Foto: sabangmaraoke)
Piagam diserahkan oleh perwakilan MURI, Andre Purwandono kepada Bupati Kampar pada masanya, Catur Sugeng Susanto. Catur mengatakan, program Satu Desa Satu Ambulans itu dimulai sejak 2017 dan telah rampung. "Di Kampar ada 242 desa. Semua desa kita berikan ambulans," kata Catur.
Program ini dimulai sejak awal kepemimpinan Bupati Kampar, Azis Zaenal yang wafat pada 27 Desember 2018. Catur melanjutkan program tersebut setelah diangkat dari Wakil Bupati menjadi Bupati menggantikan Azis. Alhasil, program ini tuntas tahun 2022.
"Saat ini, Pemkab Kampar memecahkan rekor dengan Ambulans Desa sebanyak 242 unit. Semoga rekor ini dirawat dan dipertahankan agar selalu bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Salah seorang warga Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Zulkarnaen mengaku belum pernah menggunakan ambulans yang ada di desanya. "Belum pernah pakai karena memang belum butuh," katanya Kamis (8/4/2026).
Kendati belum pernah memakai ambulans desa, tapi Zulkarnaen mengaku keberadaan ambulan desa sangat berarti bagi warga di desa yang jaraknya tidak begitu jauh dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. "Banyak juga warga yang terbantu ambulans desa saat kondisi darurat yang membutuhkan kendaraan untuk menuju pusat layanan kesehatan. Tidak hanya itu, ambulan desa juga dipakai ketika ada warga yang meninggal untuk mengantar ke pemakaman," kata lansia yang masih gesit beraktifitas ini.
Zulkarnaein berharap, kepada pemerintah desa untuk terus merawat kendaraan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kampar tersebut. Bila perlu kendaraan yang ada diganti yang baru. (adv)



Sri Lestari



