Tangis Pilu Warga Miskin di Palas tak Turut Menikmati BLTS
KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Ribuan warga Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai menyambut gembira Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) kota Pekanbaru mulai Senin kemarin. Akan tetapi dibalik itu ternyata ada tangis pilu warga RT 04 RW 06 Kelurahan Palas yang tak menerima sama sekali.
Dua warga kurang mampu masing-masing, Edward Sitompul dan Dedy Evrianto Hutauruk mengaku, sejak adanya bantuan pemerintah ke masyarakat pihaknya belum pernah dapat bantuan sama sekali.
Isteri Edward Sitompul mengaku bantuan apapun yang berasal dari pemerintah pihaknya tidak pernah dapat sama sekali. Padahal, orang yang punya rumah besar dan punya mobil bisa dapat bantuan Program Keluarga Harapan
(PKH).
"Saya sudah berkali-kali mengeluhkan sama RT/RW, tolonglah masukkan kami orang yang susah ini ke dalam daftar penerima bantuan. Masa orang yang dapat Bansos punya rumah besar, punya mobil, kami tidak dapat. Untuk makan saja kami susah," ucap isteri Edward Sitompul tersebut, di kantor Kelurahan Palas, Selasa (25/11/2025).
Ibu dari lima orang anak itu mengaku, dirinya siap menujukkan rumah orang kaya penerima Bansos dan PKH itu jika diperlukan. Ia pun mengaku, selain anak-anaknya masih sekolah dan mengontrak rumah, suaminya pun menderita penyakit kanker lidah hingga sulit beraktifitas.
"Aku nangis terus kayak manalah ini. Uang sekolah anakku nomor 1, nomor 2 di swasta. Ini mau ujian, belum bayar uang sekolahnya," ucap isteri Edwar Sitompul itu lirih.
Saat ditanya urusan apa ke kantor kelurahan, ia mengaku untuk mencoba mengajukan permohonan ke kantor Kelurahan agar keluarganya bisa dapat bantuan sosial.
"Ada yang ngajarin saya RT dari Panam. Kayak manalah pak aku minta tolong anakku terus telat uang sekolahnya. Ia pun mengajari saya agar meminta pengantar surat dari RT, bilang, kau kartu PIP. Masukkanlah semua data-data anakmu," ucap isteri Edward Sitompul menirukan ucapan RT dari Panam tersebut.
Hal senada juga disampaikan isteri Dedi Evrianto Hutauruk, Joice Kristin Gurning. Ia pun mengaku tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. "Bisa dichek di komputer kalau ada nama kami. Kami juga ngontrak rumah pak," ujar ibu rumah tangga yang memiliki 2 anak tersebut.
Joice pun berharap, kalau bisa bantuan pemerintah tersebut diutamakan kepada warga miskin seperti keluarganya, sehingga orang miskin tidak merasa tertindas terus. "Kapan mau bangkitnya kami kalau bantuan pemerintah seperti ini," tukasnya.
Sementara itu Ketua RW 06 Kelurahan Palas, Lumanti Sitohang membenarkan kedua warganya itu tidak dapat bantuan BLTS. Ia mengaku sebagai ketua RW, pihaknya tak mungkin mengajukan nama orang yang punya mobil sebagai penerima Bansos.
"Ibu yang bapak bilang tadi kitapun sudah tahu keadaannya memang susah. Walaupun sudah sering mengurus surat keterangan tidak mampu, kita sudah ACC, kita sudah teken ke Dinas Sosial. Kita sudah menyetujui bahwa beliau itu seharusnya dapat bantuan. Tapi kuncinya bukan di kita," tukasnya.
Sementara saat ditanya mengenai pendataan warga miskin di wilayahnya, Lumanti mengaku bukan dari pihaknya. Ia menduga bahwa pendataan itu ada juga dari Dinsos yang langsung ke rumah-rumah warga.
"Kami sebagai RT dan RW agak bumerang juga dengan hal ini. Bahkan kalau ada pertemuan kita dengan Dinsos di kantor Kelurahan, kita sudah mengajukan warga yang sudah layak mendapat bantuan. Tapi selalu nama-nama yang kita ajukan itu tidak dapat. Kita ndak tahu pendataan dari Dinsos itu," pungkasnya. (fin)



Sri Lestari



