Kampanyekan Pertanian Ramah Lingkungan, Mahasiswa Faperta UNRI ajak Warga Palas Latihan Buat Pupuk Organik
KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU — Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) UNRI yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) menggelar kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) metode ember tumpuk bersama warga RW 01 Kelurahan Palas, Rumbai Pekanbaru. Kegiatan ini, bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pertanian ramah lingkungan.
"Iya kemarin tanggal 20 Juli 2025 kita menggelar kegiatan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) metode ember tumpuk kepada warga di RW 01 Kelurahan Palas, ucap ketua tim Kukerta Faperta UNRI Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Vava Armansyah, Jumat (8/8/2025).
Ia mengatakan, pelatihan ini digelar di lahan pertanian warga yang selama ini dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang aplikatif dan dapat langsung dipraktikkan dengan metode yang tepat.
Adapun bahan baku POC ember tumpuk ini jelas Vava, berasal dari limbah rumah tangga. Contohnya, kulit bawang, cucian beras, potongan sayuran, sisa sisa nasi, cangkang telur kecuali bahan hewani karena akan mengundang sampah menjadi bau, ujarnya.
Untuk mengolah bahan tersebut menjadi POC metode ember tumpuk, ditaruh di ember tumpukan paling atas yang sudah dibolongi terlebih dahulu. Kemudian airnya nanti akan masuk ke ember dibawahnya.
"Jadi sampahnya itu ditaroh di ember pertama kemudian kita menggunakan bahan cairan efektif mikro organisme (EE4) yang bisa ditemukan di toko toko pertanian yang berguna sebagai pengurai. Sebenarnya tanpa bahan EE4 ini sebenarnya bisa juga. Cuma saja bisa memakan waktu lama hingga berminggu-minggu mengurai sampah," terang Vava.
Selanjutnya, 1milimeter cairan EE4 ini dicampur dengan 1 liter air dan gula tetes tebu atau gula merah sebagai makanan dari organisme yang ada dalam EE4 tadi. Setelah itu sampah ditaroh di ember atas supaya tidak mengundang aroma yang tidak sedap. Kemudian ditutup dengan sampah kering seperti dedaunan.
Setelah 2 minggu penumpukan pertama tadi ucap Vava, maka cairan yang ada di ember bawah tadi sudah bisa digunakan sebagai pupuk POC, jelasnya.
Vava menjelaskan, metode POC ember tumpuk yang diperkenalkan ini merupakan teknik sederhana, dengan biaya terjangkau, dan efektif dalam mengolah limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, buah, dan air cucian beras menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman.
Dengan teknik ini, limbah organik dapat difermentasi secara bertahap dalam dua ember yang ditumpuk, di mana ember atas berfungsi menampung sampah, lalu diberi lubang untuk mengalirkan cairan hasil dekomposisi-nya ke ember bawah.
Selama pelatihan, mahasiswa KKN UNRI tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan demonstrasi secara langsung mengenai proses pembuatan POC, bahan-bahan yang digunakan, serta tips dan trik dalam penyimpanan dan penggunaannya untuk menyuburkan tanah.
“Pelatihan ini kami adakan karena melihat bahwa salah satu permasalahan utama di Kelurahan Palas adalah sampah yang belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa KKN ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, khususnya limbah rumah tangga, dengan cara mengolahnya menjadi pupuk organik cair," ujar Syahnaz, salah satu mahasiswa KKN MBKM Universitas Riau 2025.
Mereka berharap, melalui pelatihan ini, sampah di Kelurahan Palas dapat berkurang dan dimanfaatkan secara produktif.
Antusiasme warga pun terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi praktik dan sesi tanya jawab. Banyak dari mereka mengaku baru mengetahui bahwa limbah dapur ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna, ucap salah satu warga.
Adapun kelompok KKN MBKM UNRI Kelurahan Palas diantaranya, Ketua Vava Armansyah, Ananda Khoirun Nisak, Dhinda Yaselina, Faiz Ihsananda Ronald, Fiona Aprilyeni Fitri, Layya Rulaa Ulaa, M. Alvin Syahri Mangunsong, Selwa Nur Hazimah, Suci Hayati Panjaitan dan Wan Syahnaz Mukhnisa Mahanum. (fin)



Sri Lestari



