Debu Masuk Hingga ke Dalam Rumah di Palas, PT HKI Kembali Disorot

Debu Masuk Hingga ke Dalam Rumah di Palas, PT HKI Kembali Disorot
Kondisi debu yang meresahkan warga Jalan Damai Palas. Tampak armada PT Wira Agung berplat E usai menurunkan muatannya. (Foto: arifin)

KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Pada dasarnya warga Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai sangat mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melintasi wilayahnya, yakni pembangunan tol lingkar Pekanbaru. Namun disayangkan, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku pelaksana kegiatan di lapangan dinilai abai terhadap Amdal.

Hal ini disampaikan ketua RW 08 Kelurahan Palas, Junaidi Agus menyikapi keluhan warga Jalan Damai saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2025).

"Kita pada dasarnya sangat mendukung adanya PSN di wilayah kita. Akan tetapi dukungan kita sepertinya tidak dihargai mereka. Beberapa warga sini pada ngomel2 menyampaikan ke saya. Jalan tak kunjung di siram, apalagi dibersihkan sesuai kesepakatan sebelumnya," ujarnya.

Junaidi Agus menceritakan, debu yang berterbangan hingga masuk ke dalam kamar rumah warga itu, dipicu oleh angkutan material PT Wira Agung, vendor PT HKI yang lalu lalang melintasi pemukiman warga. Akibatnya warga pun resah terlebih kondisi jalan kini mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan.

Menyikapi kondisi itu, warga RW 08 Kelurahan Palas pun mengancam akan melakukan penyetopan kendaraan operasional PT Wira Agung hingga benar-benar meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial warga.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Projet manager Tol Lingkar Pekanbaru PT Hutama Karya Infrastrultur (HKI), Rully Finalia S, berjanji akan mengecek langsung dan menindaklanjuti informasi sebagaimana disampaikan.

Namun, hingga berita ini dipublish belum diketahui apakah PT HKI sudah melakukan pengecekan atau belum.

Berdasarkan bocoran yang diperoleh awak media terkait izin pelaksanaan proyek pengurukan Jalan Tol dan Pemberdayaan warga sebagaimana dimohonkan PT Wira Agung sebagai vendor PT HKI ke Lurah Palas, Rizky Pramdani, jadwal pelaksanaan 15 Oktober 2025 hingga selesai, meski faktanya sudah berlangsung sejak Juni 2025. 

Poin berikutnya bahwa penjaga keamanan/jaga malam aset dan alat berat di areal proyek, PT Wira Agung akan merekrut warga setempat. 

Selain itu dalam surat yang ditandatangani penanggungjawab PT Wira Agung, Rudi Legiono, berkomitmen untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan aktiftas sosial warga selama proyek berlangsung, meski faktanya tidak. 

Anehnya, saat komitmen itu dikonfirmasi via selularnya, Rudi Legiono tak kunjung mengangkat meski panggilan berdering. (fin)