Bahas Prodi Baru dan Program Doktor, Rektor Unilak Bertemu Direktur Kelembagaan Dikti

Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Dr Junaidi bersama Dekan Sekolah Pascasarjana Dr Adolf Bastian MPd, melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana Unilak yang akan mendirikan Program Studi (prodi) baru dan Program Doktor secara mandiri ke Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Bahas Prodi Baru dan Program Doktor, Rektor Unilak Bertemu Direktur Kelembagaan Dikti
Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Dr Junaidi bersama Dekan Sekolah Pascasarjana Dr Adolf Bastian MPd, melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana Unilak yang akan mendirikan Program Studi (prodi) baru dan Program Doktor secara mandiri ke Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Dr Junaidi bersama Dekan Sekolah Pascasarjana Dr Adolf Bastian MPd, melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana Unilak yang akan mendirikan Program Studi (prodi) baru dan Program Doktor secara mandiri ke Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (3/8/2022).

"Allhamdulillah kemarin kita bertemu dengan Direktur Kelembagaan, dan disambut baik, di pertemuan itu beberapa hal yang disampaikan dan menggembirakan bagi Unilak yaitu, Prodi S1 Teknologi Hasil Pertanian akan segera keluar SK-nya, kemudian Prodi Pendidikan Bahasa Melayu dan Meka Tronika dalam proses. Mari kita bersama berdoa agar semakin mudah dan lancar keluarnya SK," ujar Dr Junaidi yang juga tokoh pendidikan Riau ini, Sabtu (6/8/2022).

Saat bertemu Direktur Kelembagaan Dikti Dr Lukman ST.M.Hum, Dr Junaidi menyampaikan beberapa informasi dan perkembangan tentang Unilak. Di antaranya telah berdirinya 5 Prodi baru baik untuk S1 maupun S2, perkembangan pelaksanaan Enterprenuer Award dan lainnya.

Dikatakan Dr Junaidi, Direktur Kelembagaan Dikti banyak memberikan saran dan masukan kepada Unilak terkait dengan pengembangan perguruan tinggi di Riau. 

Terkait dengan rencana Unilak mendirikan Program Doktor secara mandiri tepatnya di Program Manajemen dan Hukum maka ada beberapa persayaratan yang harus dipernuhi. 

Seperti harus memiliki dua dosen yang telah bergelar Profesor, Unilak juga dapat merekrut Profesor dari luar negeri dan harus melengkapi persyarata sebagaimana yang ditentukan. 

"Masukan dari Direktur Kelembagaan tentunya akan bermanfaat bagi Unilak dan juga dunia akademik Riau," tutup Dr Junaidi.

Sebagaimana diketahui, pada Milad ke-40 Unilak pada Juni lalu, Dr Junaidi menargetkan pada akhir tahun 2023 Unilak total memilik 35 Prodi dan mendirikan rumah sakit dan Fakultas Kedokteran. Bahkan studi banding, dan kajian teknis telah mulai dilakukan. (sri)