Ruangan Pustu Palas Bersemak, Anggaran Perawatan tak Ada
KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Salah satu fungsi keberadaan Puskesmas pembantu (Pustu) adalah membantu dan menunjang kegiatan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Lantas, bagaimana masyarakat mau berobat jika ruangan Pustu bersemak?
Seperti Pustu di Kelurahan Palas, kecamatan Rumbai. Pustu yang berada di lingkungan kantor Lurah Palas itu terkesan tidak terawat. Selain bersemak hingga ke ruangan, plavon Pustu juga runtuh dan lantai mengalami keretakan disana sini.
Salah seorang petugas Pustu, Fauziah, saat ditemui, terkesan khawatir saat awak media mendokumentasikan kondisi Pustu tempat dia bertugas. Meski kondisi Pustu seperti itu, namun Fauziah mengaku nyaman nyaman saja bekerja.
Sementara kepala Puskesmas Umbansari yang membawahi Pustu Palas, Predi SKM M Kes, mengaku pihaknya sudah mengusulkan renovasi Pustu tersebut ke Pemko Pekanbaru sejak dirinya menjadi Kepala Puskesmas Umbansari.
"Renovasi sejak 2021 sejak menjadi kepala Puskesmas disini, itu sudah kita usulkan terus. Tapi yang dapat cuma satu Pustu yaitu Pustu Sri Meranti walaupun belum maksimal. Karena kita belum dapat kita usulkan lagi. Mudah mudahan di tahun 2026 nanti direnovasi," ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Sementara saat ditanya mengenai biaya perawatan Pustu seperti biaya pembersihan semak yang masuk sampai ke ruangan Pustu, Predi mengatakan bahwa biasanya itu diatasi sendiri oleh Kepala Pustu, Rozana.
"Uangnya dari mana, pandai-pandai dia biasanya. Karena kami memang tidak menganggarkan untuk pembelian roundup. Karena itu semua sudah by sistem, masuk ke aplikasi. Kalau pendapatan Puskesmas masuk ke rekening Puskesmas termasuk yang di Pustu," ujar Predi.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kelurahan Palas, Kasmijo, mengaku sudah beberapa kali meminta kepada petugas Pustu agar membeli roundup untuk membersihkan rumput yang mengitari Pustu tersebut. Namun jawabannya cukup mengecewakan.
"Kalian mengadu ngadu aja ke atasan katanya. Kita berniat mau menolong kan kita tak minta gaji sepersen pun. Karena kita juga risih dengan kondisi Pustu seperti itu," ucap Kasmijo kecewa. (fin)



Sri Lestari



