DPRD Riau Minta Disdik dan Dinkes Berkoordinasi Terkait Liburkan Siswa Karena Kabut Asap

DPRD Riau Minta Disdik dan Dinkes Berkoordinasi Terkait Liburkan Siswa Karena Kabut Asap
Robin P Hutagalung SH

KLIKCERDAS.COMPEKANBARU - Kabut asap yang disebabkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti beberapa wilayah Riau termasuk Pekanbaru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau pun minta Dinas Pendidikan (Disdik) Riau berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. 

Hal itu disampaikan Sekretaris komisi V DPRD Riau, Robin P Hutagalung SH, Rabu (23/7/2025). Robin menyatakan, kabut asap yang mulai tebal dikhawatirkan mengancam kesehatan peserta didik. 

"Dinas Pendidikan harus proaktif untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Karena Diskes yang mengerti takaran udara sehat atau tidak," ucap politisi PDIP ini. 

Dia juga minta Dinas Kesehatan yang lebih proaktif menginformasikan kepada masyarakat, sejauh mana tingkat pencemaran udaranya. Kalau sudah membahayakan, Dinas Kesehatan diminta agar merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk meliburkan sekolah bahwa, sudah membahayakan kesehatan. 

Seperti dikutip suara.com, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, ada 520 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Sumatera. Khusus Provinsi Riau terpantau 135 titik panas.

BMKG Pekanbaru menjelaskan dugaan asap yang menyelimuti Pekanbaru hari ini. Dia menyampaikan jika kiriman asap bisa jadi dari Rimbo Panjang, Kampar sebagai wilayah terdekat.

"Titik hotspot yang terdekat dengan wilayah Pekanbaru ada di Rimbo Panjang," jelas Prakirawan BMKG Pekanbaru Bibin S kepada wartawan.

Namun, Bibin menuturkan bahwa asap tipis tidak diketahui pasti dari mana asalnya karena keterbatasan satelit yang tak mampu mendeteksi.

"Karena keterbatasan kemampuan satelit, asap tipis tidak terdeteksi oleh satelit. Sehingga kami tidak bisa memberikan dengan detail wilayah mana saja yang terdampak asap," terangnya.

Sementara itu BMKG menunjukkan jika kualitas udara Pekanbaru per Rabu (23/7/2025) tidak sehat. "Kategori: tidak sehat," tulis keterangan di laman BMKG.

Kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut menampilkan angka 65.2 µg/m3. Keadaan ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. (fin)