Bahas irigasi Terkait Ketahanan Pangan, Komisi II DPRD Riau Gelar RDP Bersama Dinas Pertanian dan BWSS III
Komisi II DPRD Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan se-Provinsi Riau, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau serta Agus dari Kementerian Pertanian RI, membahas irigasi terkait ketahanan pangan.
KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Komisi II DPRD Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan se-Provinsi Riau, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau serta Agus dari Kementerian Pertanian RI, membahas irigasi terkait ketahanan pangan.
Anggota komisi II DPRD Riau, Soniwati SH, mengatakan, rapat ini untuk mensinkronkan provinsi dan kabupaten.
"Makanya kita hadirkan tadi dengan persoalan persoalan yang ada di Kabupaten butuh dorongan dari Provinsi maupun itu dari dari Pusat," ucap Soniwati, usai memimpin RDP di ruang Medium DPRD Riau, Rabu (20/8/2025).
Anggota DPRD Riau 3 periode ini menjelaskan, rapat digelar agar bantuan swasembada pangan dari Kementerian Pertanian dan Perkebunan bisa dikucurkan ke daerah, sehingga program ketahanan pangan di Riau bisa tercapai.
Namun, saat ditanya berapa banyak irigasi yang ada di kabupaten/kota di Riau saat ini, Soniwati mengaku pihaknya belum sampai ke sana.
"Tadi mungkin kami enggak sampai bagaimana banyaknya irigasi. Tapi bagaimana keadaan sawah sekarang ini yang membutuhkan irigasi, dan bagaimana kehadiran PUPR dalam hal ini untuk membantu pengadaan irigasi. Karena untuk swasembada pangan ini kan tidak hanya dari dari sawah ya. Itu juga ada dari tanaman padi darat begitu," ungkapnya.
Soniwati yang didampingi anggota komisi II DPRD Riau lainnya, yaitu Evi Juliani dan Siti Aisah menyebut pihaknya lebih mengarah ke soal persiapan pendukung yang perlu dibantu oleh pusat yakni alat alat pertanian.
Namun, saat ditanyai berapa banyak produksi pangan yang dihasilkan Riau selama ini, politisi fraksi PDIP DPRD Riau itu tidak mengetahuinya.
"Kalau jumlahnya saya belum tahu berapa jumlahnya. Tapi sekarang kita mau meningkatkan swasembada pangan yang ada di Riau. Saat ini mungkin secara keseluruhan saya memang enggak tahu secara pribadi. Tapi datanya mungkin nanti bisa lihat data data lengkapnya walaupun sebetulnya hanya berapa persen lah ya," ujarnya.
Soniwati mengatakan, beras di Riau memang masih kurang. Akibatnya masih mengimpor beras dari beberapa provinsi, baik itu dari Sumatera Barat maupun dari Sumatera Utara.
"Untuk memenuhi kebutuhan pangan di Riau ini memang belum. Inilah saatnya pemerintah Provinsi Riau fokus," ujarnya.
Saat disinggung mengenai harga beras yang cukup tinggi setahun terakhir ini, Soniwati menyarankan agar pemerintah daerah melakukan operasi pasar. (fin)



Sri Lestari



