Komisi II DPRD Riau Akan Evaluasi Dinas Pangan dan Holtikultura Riau

Komisi II DPRD Riau Akan Evaluasi Dinas Pangan dan Holtikultura Riau
Adam Syafaat

KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Disamping pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,92%, salah satu penyumbang inflasi di Riau adalah beras dan cabe. Terkait hal itu Komisi II DPRD Riau berjanji akan mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian Riau.

Hal itu ditegaskan Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat menyikapi dua jenis sembako penyumbang inflasi Riau tersebut, Senin (17/11/2025).

"Cabai kemarin di APBD Murni 2025 kan ada anggaran sampai 200 hektare cabai untuk Riau. Tapi lagi-lagi kita defisit tidak terlaksana. Memang kita melihat kerja Dinas ini agak menurun, kita akui," ucapnya.

Adam Syafat mencontohkan, sayur mayur, kemudian holtikultura, dan termasuk cabai. Sehingga cabai didatangkan dari Sumbar.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II dari Fraksi PKS itu berjanji, Dinas Pertanian Riau harus dievaluasi. "Ya, harus dievaluasi. Kami pun mau mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian ini khususnya untuk cabai. Programnya ada, tapi di lapangan tidak ada. Tidak ada yang didapatkan baik sisi anggaran, kemudian pendampingan tidak ada," ujarnya.

Adam Syafaat menilai kinerja Dinas Pertanian Riau sangat sedikit sekali khususnya masalah cabai. Mestinya kata dia, bantuan-bantuan itu kita dapat. "Diajukan kepada kita, kita sampaikan ke kelompok-kelompok tani. Ternyata ngak ada juga," tukasnya.

Sementara saat disinggung mengenai beras, Adam Syafaat menyebut padi banyak yang gagal disebabkan oleh irigasi. "Musim panas kemarin irigasi kita tidak sampai ke ujung. 

"Kalau di Rokan Hulu bendungan-bendungan itu sudah dangkal. Air tidak disuplai secara baik, orang membuat bendungan itu sudah tempat wisata, jalan sampah," tukas Adam Syafaat.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri SH MSi mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian Riau. Pasalnya, meski pertumbuhan ekonomi Riau tertinggi di Indonesia di luar Pulau Jawa, namun inflasi 0,0%. Inflasi ini dipicu oleh beras dan cabe hingga didatangkan dari Jawa. (fin)