BKKBN Riau Bersama Kwarda Riau Diskusi Asyik Dak Dik Duk

BKKBN Riau Bersama Kwarda Riau Diskusi Asyik Dak Dik Duk
Sambutan Kepala BKKBN Perwakilan Riau, Dra Mardalena Wati Yulia MSi bersama Ketua Kwarda Riau H Kasiarudin SH didampingi Kepala Pokja KSPK H Said Masri SH MSi di Aula Kwarda Riau, Senin (21/8/2023). (Foto: Humas Kwarda Riau)

KLIKCERDAS.COM, PEKANBARU - Peringati Hari Pramuka ke-62 dan Hari Remaja Tahun 2023 BKKBN Riau bersama Kwarda Gerakan Pramuka Riau menggelar Diskusi Asyik Pendidikan Kependudukan (Dak Dik Duk) dan Fasilitasi serta Pembinaan Satuan Karya (Saka) Kencana Tingkat Provinsi Riau, Senin (21/8/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kwarda Riau ini dihadiri Kepala BKKBN Perwakilan Riau, Dra Mardalena Wati Yulia MSi, Kepala Pokja KSPK H Said Masri SH MSi, Kepala Pokja Pengendalian Penduduk Ermayani SE Ak, Penata KKB Ahli Muda Fadli Ilhami SKom, Penata KKB Toyib Baldi Purba SH, Ketua Kwartir Daerah Riau Kasiarudin SH, Wakil Ketua Bidang Binamuda Jon Haril SPd MPd. 

Adapun jumlah peserta yang hadir pada diskusi tersebut berjumlah 36 orang yang terdiri dari Andalan Kwartir Daerah Riau, Andalan Kwarcab Pekanbaru, dan staf Kwartir Daerah Riau. 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia mengatakan Saka Kencana kita ketahui bersama tujuannya bagaimana mewujudkan keluarga sejahtera melalui pembangunan keluarga bersama sesuai dengan siklus kehidupan salah satunya di usia remaja. 

"Pramuka remaja salah satunya peserta didik tentu ini sejalan dengan Satuan Karya Kencana. Karena SAKA Kencana ini bebas dan terbuka untuk anggota Pramuka Penegak dan Pendega untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya terkait dengan program bangga kencana. Salah satunya tadi di remaja adanya krida genre generasi berencana," kata Mardalena. 

Kepala BKKBN Riau itu berharap nanti anggota pramuka dididik belajar tentang Genre, pendewasaan usia perkawinan dan juga termasuk masalah stunting. "Stunting ini kita bergeraknya pencegahan dari hulu. Tentunya remaja ini tadi sebagai calon pengantin kita bekali dan apa yang harus mereka lakukan dalam rangka pendewasaaan usia perkawinan," katanya. 

Terkait masalah kependudukan, dikatakan Mardalena, remaja jumlahnya cukup besar. "Saat ini generasi milineal yang kita kenal dan salah satu pendekatan yang bisa kita lakukan adalah melalui Pramuka Satuan Karya Kencana," ungkap Mardalena.

Ia berharap anggota pramuka bisa menjadi wadah untuk penyebarluasan informasi dan edukasi terkait pencegahan stunting dari hulu. Mengingat saat ini remaja dihadapi dengan masalah yang cukup kompleks. "Sehingga bila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan perilaku menyimpan," pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Riau, Kasiaruddin  menambahkan pihaknya selalu bersedia mendukung program pemerintah terkait kependudukan.

"Termasuk berupaya menyelamatkan anak-anak dan remaja agar tidak terkena stunting ataupun menimbulkan kasus stunting baru," ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Binamuda Kwarda Riau, Jon Haril menambahkan bahwa Kwarda Riau siap bersama-sama dengan Saka Kencana berbuat yang lebih baik untuk negeri ini dan generasi bangsa.

"Bagaimana nanti tindak lanjut eksekusinya tentu nanti ada pemikiran-pemikiran kita atau pun aksi aksi terlepas itu dari program yang sudah dilaksanakan Saka Kencana," tambah Jon Haril. 

Ia menyebut kalau berbicara tentang waktu dan materi ini. Materinya ini sangat bernas sekali. "Kita berharap masih ada pertemuan-pertemuan lain," tutup Jon Haril.

Usai pembukaan kegiatan diskusi asyik dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Jon Haril selaku moderator diskusi. Ada 3 orang yang menjadi narasumber pada diskusi asyik tersebut yakni Ketua Kwarda Riau Kasiarudin memberikan materi tentang Dukungan Kwartir Daerah di Saka Kencana, Kepala Pokja Pengendalian Penduduk Ermayani SE Ak memberikan materi tentang Dinamika Kependudukan, Kepala Pokja KSPK H Said Masri SH MSi memberikan materi tentang pencegahan stunting dari hulu dan optimalisasi pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (HPK). (Rls)